Semuanya terjadi begitu saja, secepat kilat menyambar.
geledeknya,, menggelegar sampai merasuk kepekaan hati.
frekuensinya semakin dekat.
detik
menit
jam
hari.. ku mulai merasakan getarannya. Perlahan namun pasti. Terngiang-ngiang, berdegup, menembus lapisan kabut tebal untuk menerima pantulan amplitudonya.
Kuharap ini bukanlah sebuah anatema Tuhan terhadapku atas kedustaan hatiku pada kemurnian anugerah ini.
Dan semoga pancaran kilaunya akan menghangatkan dan menyinari jiwa yang merasa sepi .
Bukan sepi akan dunia luar namun sepi akan ketulusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar